Beranda > Nasional > “Jangan Tarik KPK ke Urusan Internal Partai” Presiden SBY minta KPK tuntaskan kas

“Jangan Tarik KPK ke Urusan Internal Partai” Presiden SBY minta KPK tuntaskan kas

Presiden SBY minta KPK tuntaskan kasus yang melibatkan kader Demokrat.Juru bicara KPK Johan Budi SP

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi SP, menegaskan proses penegakan hukum di KPK tidak bisa dipercepat atau diperlambat. Karena penanganan kasus di KPK harus berdasarkan dua alat bukti yang cukup.

“Kami mengimbau agar KPK tidak ditarik ke urusan partai, karena KPK berada di domain hukum,” kata Johan Budi SP di kantornya, Senin, 5 Februari 2013.

Pernyataan Johan menjawab permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta KPK untuk segera menuntaskan kasus korupsi Hambalang, yang menyeret nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Menurut Johan, KPK tidak akan mentargetkan seseorang atau partai tertentu dalam penanganan kasus. Sebaliknya, bila ditemukan dua alat bukti yang cukup dalam kasus tersebut, maka KPK akan segera meningkatkan statusnya di penyidikan.

“Tanpa diminta, kalau ada dua alat bukti yang cukup, maka KPK akan menetapkannya sebagai tersangka,” kata Johan.

Dia menegaskan, sampai saat ini status Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kasus korupsi proyek pembangunan pusat olah raga Hambalang masih sebagai saksi. “Karena beberapa waktu lalu, KPK telah meminta keterangan Anas dalam penyelidikan Hambalang,” katanya.

Sementara, peneliti Indonesia Corruption Watch, Emerson Yuntho menilai permintaan Presiden SBY kepada KPK untuk menuntaskan kasus yang menyeret elit Partai Demokrat merupakan intervensi tidak langsung Presiden kepada lembaga anti korupsi itu.

Yang harus didorong SBY, kata Emerson, adalah meminta KPK menuntaskan semua kasus kakap, termasuk diantaranya kasus suap Wisma Atlet Sea Games dan Hambalang.

“Bukan hanya parsial sekadar meminta Anas. Jangan bawa konflik internal ke ranah hukum atau menyeret KPK ke ranah politik,” kata Emerson.

Terhadap permintaan itu, Emerson meminta pimpinan KPK bisa menahan diri dan bersikap jelas dengan pernyataan Presiden Yudhoyono.

Penuntasan kasus yang melibatkan elite Demokrat, termasuk Ketua Umum Anas Urbaningrum itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungan kerja di Jeddah, Arab Saudi. Menyusul hasil survei terbaru yang menyebut kemerosotan dukungan pada Demokrat. Namun, dalam kesempatan itu, SBY menyatakan percaya pada KPK.

“Saya masih yakin KPK akan menjalankan tugasnya secara profesional, adil, dan tidak ada niat buruk apa pun. Saya juga yakin, pastilah KPK yang menjadi andalan kita dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, juga tidak tebang pilih,” kata Presiden SBY dalam keterangan pers di Hotel Hilton Jeddah, Arab Saudi, Senin, 4 Februari 2013 sore waktu setempat.

Iklan
Kategori:Nasional
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: