Beranda > Nasional > Polisi Dinilai Lambat Tangani Kasus Tewasnya Reza

Polisi Dinilai Lambat Tangani Kasus Tewasnya Reza

Dia korban pemukulan oknum polisi Satuan Lantas Polres Gunungkidul.

Adik dari Reza Eka Wardana menangis di pemakaman

Polda DIY dinilai lamban dalam penyelesaian kasus dugaan pemukulan oleh oknum polisi Satuan Lantas Polres Gunungkidul, DIY, Bribka M, yang menyebabkan tewasnya Reza Eka Wardana, siswa SMA Dominikus Wonosari. Peristiwa sudah berlangsung tiga bulan lalu.

Syamsudin Nurseha, Direktur LBH Yogyakarta, dalam diskusi “Apa kabar kasus Reza” di Joglo Sanggar Bakti Gunungkidul  mengatakan, Polisi  harus menerapkan UU Perlindungan Anak, untuk menjerat tersangka Bripka M.
Tersangka, harus dijerat pasal 80 UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, ancaman hukumannya diatas 10 tahun. “Polisi harus berani menjerat itu, kepada tersangka,” katanya, Senin 18 Februari 2013
Polisi belum melakukan tugasnya secara optimal dalam mengurus kasus Reza. Selain itu, polisi menerima saja kesaksian tukang roti, jika dirinya tidak mengetahui apa-apa. “Padahal dia (tukang roti) berada dilokasi tidak jauh dari TKP, dan polisi tidak melakukan pencarian data secara mendetail,” ujarnya.
Syamsudin mengaku bahwa selama mendampingi keluarga Reza, dirinya kesulitan dalam membantu mengupayakan penyelesaian kasus ini. Berbagai alasan diberikan polisi, seperti kesulitan mengumpulkan, bukti, saksi tidak mengetahui jika terjadi pemukulan. “Menurut kami sangat lambat, tergantung political will pihak kepolisian,” ujarnya.
Selain itu, Syamsudin menambahkan, keterangan dokter dari RS Bethesda Yogyakarta, sangat diperlukan, agar kasus ini segera selasai. Selama ini, polisi hanya menanyakan kasus ini kepada dokter RSUD Wonosari. “Dua visum sangat bertolak belakang, dan polisi segera memanggil doketer Bethesda, karena korban terakhir dirawat disana,” tegasnya.
Dijelaskannya, 134 KUHAP bedah mayat penyidik wajib memberitahukan kepada keluarga korban. “Jika polisi berniat, polisi boleh melakukan otopsi. Itu pun, jika polisi benar-benar tidak punya bukti yang lain,” ujarnya.
Disinggung mengenai pengakuan tersangka jika tidak mengetahui jika Reza adalah anak-anak.  ”Itu alasan yang tidak logis,” jelas Syamsudin.
Polisi hanya menerapkan 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, tentang Kelalaian yang Menyebabkan Kematian Korban. “Itu menunjukkan jika polisi tidak mau disalahkan,” paparnya.
Lindungi Korps
Bambang Tiong, Koordinator Jaringan Pemantau Polisi, menyoroti pernyataan Kapolres Gunungkidul Ikhsan Amin, yang selalu berubah-ubah, padahal belum disertai penyelidikan. “Informasi yang menyesatkan, mestinya kapolda memproses Kapolres,” ujarnya.
Dia menyoroti tentang adanya kesan, Polisi melindungi korpsnya, maka masyarakat juga akan melindungi. “Ini sangat berbahaya, jika terjadi, karena tidak adanya kepastian hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Jazelyn Syahrin Fitria, Ketua Forum Anak Gunungkidul, mengkhawatirkan jika kasus ini tidak segera selesai akan habis waktunya atau kadarluarsa.

Iklan
Kategori:Nasional Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: