Beranda > Sport > Kurniawan Dwi Yulianto: Saatnya Pemain dan Suporter Satu Suara

Kurniawan Dwi Yulianto: Saatnya Pemain dan Suporter Satu Suara

Jakarta – Pemain senior Kurniawan Dwi Yulianto menilai kisruh sepakbola Indonesia di level elite sudah terlalu jauh. Menurutnya sudah saatnya pemain dan suporter satu suara.

“Jujur, saya pribadi miris dengan keadaan sepakbola kita. Saya juga tidak tahu bagaimana cara penyelesaiannya. Bahkan kebayang pun tidak, karena kayaknya ini sudah bukan murni sepakbola,” tutur Kurniawan dalam perbincangan dengan detiksport, Selasa (18/2/2013).

Terkait keputusan Menpora Roy Suryo dari pertemuannya dengan PSSI dan KPSI tadi malam, bahwa harus digelar kongres pada 17 Maret di Jakarta, pemilik 60 caps bersama timnas Indonesia itu menanggapinya dengan dingin.

“Saya sendiri hopeless dengan kongres itu. Nanti seperti yang sudah-sudah, ada JC (Joint Committee), Task Force nanti dibentuk lagi seperti itu tidak akan selesai,” ujar pemain yang dikenal dengan julukan “Si Kurus” itu.

“Sebenarnya kita yang orang lapangan, sebagai pemain cuma berharap simpel. Kita menginginkan sepakbola yang sehat, sepakbola yang benar-benar fair tanpa embel-embel kepentingan suatu golongan.

“Kalau semua berharap untuk profesional, maka semua komponen bola juga harus profesional. Jangan cuma pemain yang dituntut profesional, tapi manajemen, pengurus dan pengelola klub yang malahan tidak profesional.”

Penyerang berusia 36 tahun itu menyadari bahwa ada stakeholder lain yang tak kalah penting untuk menuntaskan segala kekisruhan ini, yaitu pemain dan suporter. Jika semua satu suara, mungkin jalannya lebih mudah. Hanya saja, di kalangan pemain ia memahami situasinya tidaklah mudah.

“Kami di APPI dan pemain lainnya selalu menginginkan pemain untuk satu suara. Begitu juga dengan suporter. Karena pemain itu elemen yang paling penting. Tapi ya kami akui banyak pemain kita yang penakut. Mereka berani di belakang tapi tidak berani action,” lanjut jebolan tim era Primavera itu.

“Masih banyak yang takut dengan ancaman dari managemen klub, yang takut tidak makan kalau bersuara. Padahal mereka kan menuntut hak mereka setelah melakukan kewajiban, dan bukan pengemis!”

Terakhir, Kurniawan menaruh harapan supaya kisruh sepakbola bisa segera berakhir.

“Mudah-mudahan saja saat saya pensiun benar-benar bisa menikmati sepakbola yang sehat,” imbuh pemain yang juga anggota Komite Eksekutif APPI itu.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: