Beranda > Bisnis > RI Bisa Buat Energi Terbarukan Berbasis Pertanian

RI Bisa Buat Energi Terbarukan Berbasis Pertanian

Saat ini, pemerintah masih impor BBM untuk menutup defisit energi.

Ilustrasi biofuel.

Direktur Eksekutif Institute for Policy Studies, Fadli Zon, mencermati bahwa produksi minyak Indonesia yang menurun seharusnya bisa ditutupi dengan energi terbarukan. Namun, sayangnya, pemerintah belum serius memproduksi energi alternatif itu.

“Padahal, potensi energi terbarukan di Indonesia begitu besar,” ujar Fadli kepada VIVAnews, Rabu 20 Februari 2013. “Pengembangan energi terbarukan masih sebatas retorika saja,” tambah Fadli.

Ketidakseriusan pemerintah mengembangkan energi terbarukan itu, menurut Fadli, berdampak pada masyarakat yang harus menanggung beban kenaikan harga BBM tatkala terjadi lonjakan harga minyak dunia.

“Efeknya, pemerintah masih terus impor BBM untuk menutupi defisit energi,” kata wakil ketua umum DPP Gerindra ini.

Sejak 2005, Fadli menjelaskan, ketika harga minyak dunia melesat, pemerintah sangat gencar mendorong pengembangan bahan bakar nabati. Saat itu, dibentuk timnas bahan bakar nabati, hingga lahir blue print pengelolaan energi melalui PP No.5/2006. Belum lagi, wacana pengembangan energi dari tanaman jarak pagar yang sempat beredar luas di masyarakat.

Namun, menurut Fadli, yang juga merupakan sekjen Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia itu, hingga kini tak kunjung ada hasil yang nyata. “Semua itu, hingga saat ini tak jelas lagi kabarnya,” ujarnya.

Anggaran Rp1 triliun untuk mengembangkan energi alternatif, Fadli melanjutkan, juga hanya dua persen yang terserap.

Padahal, menurut Fadli, negara lain, seperti Brasil, saat ini memiliki sekitar 35 ribu SPBU etanol. Satu negara yang sukses mengembangkan energi biofuel. Dari biofuel itu, Brasil mampu menghasilkan 16,3 miliar liter etanol atau setara dengan 33,3 persen total produksi etanol dunia.

“Brasil bisa karena mereka mengembangkannya dengan serius, dan kalau kita mau pasti bisa,” tuturnya.

Dengan kekayaan alam dan lahan yang dimiliki, menurut Fadli, sebenarnya Indonesia juga bisa memproduksi energi terbarukan berbasis pertanian. Salah satunya dengan mengembangkan etanol dari aren.

Satu hektare aren, Fadli menjelaskan, bisa menghasilkan 20 ton etanol per tahun. “Dengan empat juta hektare pohon aren, kita akan menghasilkan 480 juta barel bahan bakar per tahun,” kata Fadli.

Kategori:Bisnis Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: