Beranda > Sport > Menggantikan Fergie Bukan Sebuah Mission Impossible

Menggantikan Fergie Bukan Sebuah Mission Impossible

Manchester – Siapapun yang nantinya menggantikan Alex ferguson sebagai manajer Manchester United akan dihadapkan pada tantangan untuk melanjutkan kebesaran The Red Devils. Meski berat, Fergie yakin hal tersebut tetap bisa dilakukan.

Fergie genap berusia 71 tahun pada 31 Desember 2012 lalu. Dengan usia yang sudah sangat senja, wacana serta isu dia bakal segera meninggalkan MU dan memasuki masa pensiun sudah berulang kali terdengar.

Ada beberapa nama besar yang dikaitkan dengan kursi manajer The Red Devils. Mulai dari Jose Mourinho, Josep Guardiola hingga David Moyes serta belakangan Jurgen Klopp. Memilih manajer baru buat ‘Setan Merah jelas bukan pekerjaan mudah karena siapapun dia yang nantinya dikontrak akan dihadapkan pada pekerjaan besar meneruskan kerja luar biasa yang sudah dilakukan Fergie dalam lebih dari 25 tahun terakhir.

Bekerja di Old Trafford sejak 1985, Fergie berhasil mempersembahkan 37 trofi buat MU. Klub tersebut juga dibuatnya menjadi penguasa Premier League dan kini merupakan klub dengan gelar juara Liga Inggris terbanyak.

Sebuah keadaan yang kemudian memunculkan anggapan kalau siapapun manajer MU nanti akan dihadapkan pada “mimpi buruk” untuk meneruskan kejayaan yang sudah dibangun Fergie, sebuah pekerjaan yang mendekati mission imposible. Meski Fergie meyakini sebaliknya.

“Dengan struktur yang kami miliki di sini, itu bukan sebuah pekerjaan yang tak mungkin dilakukan. Apa lagi yang Anda inginkan?” sahut Fergie seperti diberitakan The Sun.

Fergie butuh empat tahun untuk meraih gelar pertamanya bersama MU, yang di dapat di Piala FA 1989-1990. Namun setelah itu MU nyaris tak pernah absen memenangi trofi di setiap musimnya, termasuk Treble Winners yang kesohor di tahun 1999.

“Imaginasi selalu penting. Hal lain yang juga penting adalah jangan mengubah diri Anda sendiri. Itu terjadi, Anda melihatnya terjadi dan terjadi lagi, seorang manajer datang dan mengubah dirinya sendiri.”

“Pekerjaan Anda tidak mengubah Anda, (tugasnya) adalah mengubah apa yang Anda kerjakan. Mengubah timnya, filosofinya menjadi filosofi Anda. Jangan pernah mengubah siapa diri Anda. Itu akan membuat Anda dalam posisi yang kuat, karena pemain akan mengerti siapa dan sepert apa Anda,” papar pelatih asal Skotlandia itu.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: