Beranda > Bisnis > Malaysia Jarah Timah di Bangka Belitung

Malaysia Jarah Timah di Bangka Belitung

Praktik ilegal mining ini melibatkan suveyor Indonesia.

Danau bekas galian di Belitung.

Belum cukup menjarah produk budaya negeri ini, seperti Batik, Malaysia kembali menjarah timah di Provinsi Bangka Belitung. Yang telah berlangsung lama dengan melibatkan masyarakat biasa hingga pejabat tinggi. Demikian ungkap, Yanuar S, selaku kordinator unjuk rasa damai dalam orasinya, setelah melakukan longmarch dari kantor cabang PT Timah (Persero) tbk di Jalan Medan Merdeka Timur ke Tugu Proklamasi.

Aksi tersebut diikuti oleh sekira 100 orang karyawan timah, yang tergabung dalam Ikatan karyawan PT Timah (Persero) Tbk (IKT).

Dalam aksi tersebut, Yanuar menyatakan bahwa, Malaysia telah menjarah sekira Rp21 triliun dari Indonesia, melalui aktivitas penambangan ilegal bijih timah di Bangka Belitung.

Dugaan tersebut didasarkan atas data International Technologi Research Institute (ITRI)  yang menyebutkan bahwa, sejak tahun 2008 hingga tahun 2010, Malaysia telah menghasilkan logam timah sebesar 128.000 ton, sementara produksi bijih timah Malaysia hanya sebesar 7.490 ton pada kurun waktu yang sama.

“Dari data tersebut, kami menyimpulkan bahwa, ada logam timah sebanyak 120.532 ton yang bahan bakunya–bijih timah–berasal dari Indonesia. Jika diasumsikan harga rata-rata US$20.000 per metric ton–kurs Rp9.000 per dollar–, maka nilai tersebut setara dengan Rp21 triliun. Inilah nilai aset NKRI yang dirampas Malaysia dan antek anteknya,” tambahnya.

Apel Akbar ini diklaim Yanuar sebagai simbol keprihatinan, sekaligus perlawanan terhadap berbagai bentuk praktik ilegal mining di Bangka Belitung. Yang diduga dibekingi oleh pemodal dari Malaysia.

Dipilihnya tanggal 1 Oktober, yang merupakan hari Kesaktian Pancasila, dikatakan Yanuar tidak lain untuk mengobarkan semangat nasionalisme seluruh karyawan PT Timah (Persero) Tbk, agar tidak gentar menghadapi berbagai tekanan yang dilancarkan antek Malaysia.

“Aksi ini sengaja digelar bertepatan dengan hari Kesaktian Pancasila, untuk menggugah dan mengobarkan semangat nasionalisme karyawan, agar tidak gentar menghadapi berbagai tekanan antek Malaysia,” tegas Yanuar.

“Situasi ini, benar-benar membuat kami prihatin, pasalnya negara dan masyarakat Indonesia harus menanggung kerugian material sekaligus non material, terutama jika praktik ilegal mining tetap dibiarkan maka lingkungan di Bangka Belitung bakal rusak parah,” tukas Wirtsa.

Sementara itu Agus Adouw selaku tokoh masyarakat Bangka Belitung menyatakan praktik ilegal mining yang dibekingi oleh Malaysia telah melibatkan surveyor Indonesia, yang tugasnya memverifikasi mineral logam yang akan diekspor.

“Terjadinya ekspor logam timah ilegal disebabkan surveyor Indonesia tidak melakukan verifikasi asal usul barang, terhadap logam timah yang diekspor, jadi wajar saja Malaysia bisa memproduksi timah yang bernilai triliunan rupiah dan Bangka Belitung hanya kebagian rusaknya saja” tukas Agus Adaw.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Timah (Persero) Tbk yang turut dalam aksi tersebut menjelaskan bahwa, aksi IKT tersebut dilaksanakan secara serentak pada pukul 09.00 WIB di seluruh wilayah operasi. Mulai dari kantor Pusat PT Timah (Persero) Tbk di Pangkalpinang, Sungailiat, Belinyu, Jebus, Muntok, Toboali, Jakarta, Cilegon, Belitung, dan Kundur.

“Aksi ini murni inisiatif Ikatan Karyawan Timah (IKT) dan pengurus wilayah masing-masing yang merasa resah atas situasi pertimahan di Bangka Belitung” paparnya.

Ia juga menjelaskan bahwa, PT Timah (Persero) Tbk selalu berupaya untuk menerapkan praktik penambangan yang baik dan benar, sesuai dengan peraturan yang ada. Dan seandainya semua pihak memiliki kesadaran untuk bersama-sama menerapkan peraturan yang ada, maka praktik ilegal mining bisa diminimalisir.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: