Beranda > Meliter Indonesia > Agar Indonesia Tak Dilecehkan, Alutsista TNI Harus Diperkuat

Agar Indonesia Tak Dilecehkan, Alutsista TNI Harus Diperkuat

Agar Indonesia Tak Dilecehkan, Alutsista TNI Harus Diperkuat
Menurut dia jika Indonesia memiliki militer yang kuat seperti 1960-an, negara lain akan berpikir seribu kali untuk mencari masalah. Oleh karena itu militer Indonesia perlu diperkuat terutama alat utama sistem senjata (alutsista) dan personelnya.

Jakarta, Aktual.co —  Alat utama sistem senjata Tentara Nasional Indonesia harus terus diperkuat agar militer memiliki kekuatan yang dapat diandalkan untuk menjaga kedaulatan negara, kata mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Endriartono Sutarto.

“Hal itu penting karena negara tanpa angkatan perang yang kuat akan dilecehkan negara lain. Negara tanpa kekuatan militer, tidak dihormati negara lain,” katanya saat memberikan pembekalan kepada 95 peserta Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis (PPSDMS) di Auditorium Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Minggu.
Menurut dia jika Indonesia memiliki militer yang kuat seperti 1960-an, negara lain akan berpikir seribu kali untuk mencari masalah. Oleh karena itu militer Indonesia perlu diperkuat terutama alat utama sistem senjata (alutsista) dan personelnya.
“Indonesia perlu memberdayakan industri alutsista dalam negeri dengan memperhatikan nilai keekonomian. Jika kita tidak mau memulai, maka kita tidak akan pernah bisa memproduksi alutsista, dan kita telah menunjukkan mampu membuat Panser Anoa dan senjata serbu yang kualitasnya tidak kalah dengan buatan luar negeri,” katanya.
Ia mengatakan Panser Anoa produksi Pindad diminati beberapa negara, bahkan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah merekomendasikan panser itu untuk digunakan dalam operasi PBB di sejumlah negara. Hal itu menunjukkan Panser Anoa memiliki kualitas yang bagus.
Selain Panser Anoa, Pindad juga telah memproduksi senjata serbu dengan nama SS-2 yang diminati beberapa negara karena memiliki akurasi yang tinggi.
“Namun demikian, produksi alutsista dalam negeri perlu memperhatikan nilai keekonomian. Jika kebutuhannya banyak dan bisa diekspor perlu memproduksi sendiri, tetapi jika kebutuhannya sedikit dan tidak potensial diekspor lebih baik melakukan impor,” katanya.
Menurut dia, alutsista untuk memenuhi kebutuhan TNI sebaiknya diimpor dari beberapa negara. Hal itu mempunyai beberapa manfaat di antaranya harga yang kompetitif dan menghindari embargo.
“Pengalaman diembargo dua kali perlu dijadikan pelajaran Indonesia dalam memenuhi kebutuhan alutsista. Pelajaran itu adalah kita sebaiknya tidak tergantung hanya pada negara tertentu dalam pengadaan alutsista,” kata Endriartono.
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: