Beranda > Nasional > Deretan Aksi Kejahatan di Ciracas Jakarta Timur

Deretan Aksi Kejahatan di Ciracas Jakarta Timur

Ciracas, jantung kejahatan. Kasus-kasus kriminal besar terjadi di sini

Rumah pelaku mutilasi di Ciracas, Jakarta Timur.

Lagi-lagi nama Ciracas mengemuka dalam kasus kriminal. Kali ini adalah kasus mutilasi sadis terhadap Darna Sri Astuti, warga Jalan Bungur Raya, Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur. Darna dibunuh dan dimutilasi oleh suaminya sendiri, Benget Situmorang, yang telah menikahinya selama sepuluh tahun.

Lokasi pembunuhan bahkan terjadi di rumahnya sendiri, Ciracas. Darna yang sudah tak bernyawa kemudian dipotong-potong untuk menyembunyikan jejak kejahatan. Potongan-potongan tubuh Darna selanjutnya dibuang sang suami dibantu pembantu mereka, Tini, dengan cara dicecerkan di jalan tol Cikampek arah Bekasi. Belakangan diketahui Benget Situmorang dan Tini menjalin hubungan asmara.

Bukan kali ini saja Ciracas menjadi lokasi terjadinya tindak kriminal. Ciracas telah lama dikenal sebagai daerah rawan kejahatan. Ciracas bagai jantung tindak kejahatan di ibu kota. Dari kasus pembunuhan, perampokan, sampai perkosaan, semua pernah terjadi di sini. Berikut deretan aksi kejahatan di Ciracas.

•    Senin, 25 Februari 2013, dua perampok memberondong satu keluarga dengan tembakan di Jalan Tanah Merdeka IV, Ciracas, Jakarta Timur. Kedua perampok mengincar sepeda motor Honda Vario yang terparkir di halaman rumah keluarga itu. Namun aksi mereka ketahuan pemilik motor, sehingga mereka menembakkan senjata membabi-buta. Kriston Hutagalung (17 tahun), sang pemilik motor, pun tewas. Ayah dan kakak Kriston mengalami luka bacok, sedangkan ibunda Kriston juga sempat dirawat di Rumah Sakit Pasar Rebo.

•    Akhir Februari 2013, terungkap aksi bejat D (42 tahun) yang memerkosa anak kandungnya sendiri, P (18 tahun) selama lima tahun. P bahkan kini sampai hamil. Berdasarkan pemeriksaan polisi, D diketahui selalu memanfaatkan celah ketika malam hari atau istrinya tidak ada di rumah. Tetangga D di Kelurahan Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, terkejut dan tak menyangka D sekejam itu.

•    23 Februari 2013, polisi menahan Briptu E dan kawannya, warga sipil SA, yang menyodomi bocah lima tahun, F. Briptu E dan SA kini berada di tahanan Polres Jakarta Timur. Ironisnya, Briptu E merupakan anggota polisi yang bertugas di Polda Metro Jaya. Ibu korbanlah yang pertama kali mencium perubahan perilaku pada anaknya. Ia kemudian melaporkan kejadian yang menimpa sang anak ke polisi. Bocah F dan Briptu E merupakan tetangga di Gang Damai, Ciracas, Jakarta Timur.

•    Sabtu, 25 Agustus 2012, Ivan Reza Pahlevi (32 tahun) membunuh anak kandungnya dengan celurit di rumah mereka, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Korban dicelurit di leher kanan dan kiri. Alasan Ivan membunuh anaknya adalah karena ia kesal pada sang mantan istri yang menikah lagi dengan pria lain. Usai membunuh sang anak, Ivan mengampiri ibunya dan mengatakan apa yang barusan ia lakukan.

Meski banyak kasus kejahatan terjadi di Ciracas, namun Polres Ciracas mengatakan angka kriminalitas di wilayah itu masih wajar. Kanit Reskrim Polsek Ciracas, AKBP Jupriono, menyatakan angka kejahatan memang tinggi di wilayah perbatasan seperti Ciracas, Jakarta Timur.

Banyaknya kasus kriminalitas di Jakarta Timur, menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol Rikwanto, terjadi karena tiga faktor. Pertama, Jaktim merupakan daerah penyangga kaum urban yang datang ke ibu kota untuk mengadu nasib, karena biaya tinggal di wilayah ini relatif lebih murah ketimbang di Jakarta bagian lain.

“Jaktim bisa menampung kaum urban yang mencari kerja, sekolah, bahkan pelaku kejahatan sekali pun,” kata Rikwanto. Banyak warga Jaktim yang menampung penghuni kontrakan atau kos tanpa benar-benar mengetahui latar belakang penghuni.

Kedua, tinggi kejahatan di Jaktim terjadi karena pertumbuhan ekonomi di kawasan ini yang juga tinggi. Banyaknya pabrik dan usaha kecil di Jaktim membuat pemukiman di wilayah ini semakin padat. Ketiga, kejahatan terjadi di Jaktim karena pelaku kejahatannya mudah melarikan diri ke kota lain di sekitar Jakarta, misalnya Bekasi.

Sejak tahun 2010, beberapa wilayah di Jakarta Timur memang sangat menonjol tingkat kejahatannya. Wilayah-wilayah itu adalah Pulo Gadung, Duren Sawit, Ciracas, dan Kramat Jati.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: