Beranda > Dunia, Meliter Indonesia > Soekarno Minta Adolf Hitler Kirim Senjata ke Indonesia

Soekarno Minta Adolf Hitler Kirim Senjata ke Indonesia

Soekarno Minta Adolf Hitler Kirim Senjata ke Indonesia
Hitler mengirim 57 kapal selam yang mengangkut persenjataan untuk didistribusikan kepada pejuang PETA yang saat itu sedang gerilya merebut kemerdekaan.
Gianyar, Aktual.co — Pemimpin NAZI Jerman, Adolf Hitler rupanya turut serta membantu Indonesia lepas dari tangan penjajah Belanda.Hitler bersimpati atas perjuangan Indonesia melawan penjajahan Belanda. Kepada Soekarno, Hitler mengirimi persenjataan itu dikirim melalui kapal selam. Tak tanggung-tanggung, Hitler mengirim 57 kapal selam yang mengangkut persenjataan untuk didistribusikan kepada pejuang PETA yang saat itu sedang gerilya merebut kemerdekaan.Kisah pengiriman senjata oleh Hitler kepada Soekarno ini dituturkan oleh sahabat dekat Sukarno, Horst Henry Geerken, saat dijumpai di Ubud, Kabupaten Gianyar, Kamis (5/3). Henry yang merupakan sahabat dekat Soekarno itu baru mengetahui pasokan senjata dari Hitler pada tahun 1963. Kisah itu, kata pria asal Jerman itu, disampaikan langsung oleh Soekarno.

“Soekarno menceritakan hal ini kepada saya tahun 1963-1964. Perjumpaan kami terjadi di Bali. Bung Karno banyak cerita tentang dinamika politik Indonesia dan dunia,” kenang Henry.

Dari pengakuan Soekarno, senjata-senjata tersebut dikirim Adolf Hitler pada kurun waktu 1942 hingga 1945. Senjata buatan Jerman itu dikirim Hitler melalui jalur laut. Senjata-senjata itu dikirim langsung ke Indonesia dari Jerman lewat laut Atlantik dan melalui Afrika dengan menggunakan total 57 buah kapal selam.

“Sesampainya di Indonesia, senjata-senjata tersebut langsung didistribusikan ke Surabaya, Jakarta, dan Sabang di Pulau Weh,” ulas Henry.

Pria kelahiran Jerman tahun 1933 ini melanjutkan, Hitler mau membantu Soekarno dengan alasan “sang Fuhrer” tidak senang dengan kolonialisasi Belanda di Indonesia. “Pada saat yang sama, Hitler juga sedang berperang melawan Belanda,” terang Henry.

Komunikasi antara Soekarno dan Hitler terjadi melalui seorang perantara seorang warga Jerman yang tinggal di Indonesia. “Soekarno minta tolong bantuan senjata kepada pemimpin NAZI Adolf Hitler lewat orang Jerman ini. Orang Jerman ini kini punya pabrik cokelat di Indonesia,” kata Henry.

Kedekatan Adolf dengan Indonesia rupanya tak sampai di situ. Setelah NAZI Jerman ditekuk sekutu, Henry menyebut Hitler melarikan diri ke Indonesia.

“Yang saya tahu, Hitler tidak mati di Jerman. Ia kabur ke Indonesia. Waktu kabur ke Indonesia, pelarian Hitler dilindungi oleh militer Jepang yang saat itu masih bercokol di Indonesia,” papar Henry.

Henry berencana akan membukukan kisah pemimpin Nazi Jerman Adolf Hitler dan pemimpin besar revolusi Indonesia, Soekarno. Buku tersebut, kata Henry, sedang dalam tahap penyusunan. Buku ini diharapkan selesai tahun ini dan bisa diluncurkan di Bali.

Horst Henry Geerken lahir di Jerman tahun 1933. Ia kemudian kuliah tehnik di Jerman dan Amerika. Ia tiba pertama kali di Jakarta pada 1963 dan bekerja pada perusahaan telekomunikasi Jerman Telefunken. Karena memiliki hubungan persahabatan erat dengan Bung Karno, ia kemudian menulis buku “A Magic Gecko, Peran CIA di Balik Jatuhnya Soekarno”.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: