Beranda > Sport > Blanco, Korban Baru “Kursi Panas” Pelatih Timnas

Blanco, Korban Baru “Kursi Panas” Pelatih Timnas

Dalam tiga tahun terakhir, timnas sudah ditangani 7 pelatih berbeda.

Prahara yang melanda timnas Indonesia seakan tak mereda. Setelah kekuatan tim Merah Putih sempat compang-camping akibat dualisme kompetisi dan federasi, kini persiapan skuad Garuda dalam menghadapi lanjutan babak penyisihan Grup C Pra Piala Asia (PPA) 2015 malah diwarnai dengan pergantian dini di tubuh tim pelatih.

Seperti diketahui, Badan Tim Nasional (BTN) yang dibentuk oleh PSSI, sebelumnya telah menunjuk Luis Manuel Blanco sebagai pelatih kepala timnas Indonesia. Pelatih asal Argentina itu dikontrak selama dua tahun. Dalam menjalankan tugasnya, Blanco dibantu oleh asisten pelatih, Jorge di Gregorio dan pelatih fisik, Marcos Conenna.

Tugas terdekat Blanco cs adalah mempersiapkan skuad Merah Putih menghadapi Arab Saudi pada lanjutan babak penyisihan Grup C Pra Piala Asia (PPA) 2015. Pertandingan ini dijadwalkan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, 23 Maret 2013.

Pemusatan latihan (TC) pun digelar sejak awal Maret lalu. Meski awalnya sepi peminat, TC tetap berjalan dan para pemain mulai berdatangan, termasuk pemain-pemain dari Liga Super Indonesia (ISL) yang sebelumnya sempat dilarang PSSI memperkuat tim Merah Putih. Larangan itu terkait dualisme kompetisi dan federasi di Indonesia.

Sayang kehadiran para pemain ISL ternyata tak membuat masalah selesai. Sebaliknya, situasi TC tiba-tiba berubah tidak kondusif saat Blanco membuat keputusan kontroversial dengan memulangkan 16 pemain ISL, Jumat, 15 Maret lalu. Tak ada penjelasan resmi dari Blanco mengenai pencoretan tersebut. Pasalnya, saat latihan sore harinya, mantan pemain Boca Juniors itu justru absen karena sakit.

Manajer timnas Indonesia, Habil Marathi justru membantah bila Blanco telah mencoret pemain-pemain ISL. Sementara salah seorang pemain yang dipulangkan Blanco, Ponaryo Astaman membantah kalau mereka melakukan walk out saat latihan pagi. Dia lalu menjelaskan kronoligis pencoretan tersebut dan tetap hadir pada latihan sore harinya, kecuali para pemain yang berasal dari Persipura Jayapura.

Blanco Diistirahatkan
Hanya dua hari setelah keputusan kontorversial tersebut, PSSI memutuskan untuk mengistirahatkan Blanco. La Nyalla Mattalitti, wakil ketua umum PSSI yang baru ditunjuk lewat KLB PSSI di Hotel Borobudur, Jakarta, 17 Maret 2013 lalu mengatakan bahwa, Blanco selanjutnya akan dievaluasi selepas Indonesia bertemu Arab Saudi.

“Sementara, Blanco diistirhatkan dulu. Setelah tanggal 23 Maret baru kami evaluasi lagi,” kata La Nyalla, Minggu, 17 Maret 2013. Belakangan beredar kabar yang menyebutkan bahwa Badan Tim Nasional (BTN) Blanco bakal menggeser Blanco menjadi direktur teknik timnas.

“Saya tidak pernah berpikir jadi direktur teknik. Saya tanda tangan jadi pelatih. Jadi bukan untuk posisi lain,” tolak Blanco.

“Saya tunggu kabar dari pengurus. Kalau sudah ada, saya baru akan putuskan apa yang akan saya lakukan. Tapi, untuk nanti sore saya siap untuk melatih,” ujar Blanco saat di Hotel Sultan, Jakarta.

Setelah mengistirahatkan Blanco, PSSI sebenarnya menunjuk duet Rahmad Darmawan dan Jacksen F Tiago untuk menangani timnas senior. Namun keduanya belum bisa hadir saat para pemain menjalani sesi latihan pagi di Lapangan C, Senayan, Senin pagi, 18 Maret 2013. Para pemain untuk sementara ditangani mantan pemain timnas, Yeyen Tumena. Sedangkan Blanco justru ‘nyasar’ ke Halim, Jakarta Timur.

“Saya tidak bisa bicara apa-apa soal hal itu. Saya hanya disuruh melatih Senin pagi ini. Nanti sore, diambil alih oleh RD (Rahmad Darmawan) dan Jacksen (Thiago). Tapi saya tidak tahu pergantian pelatih itu resmi atau tidak. Saya cuma diminta melatih pagi ini,” kata Yeyen usai memimpin timnas latihan, Senin pagi, 18 Maret 2013.

Spesialis Masa Transisi
RD–sapaan akrab Rahmad Darmawan–akhirnya memenuhi panggilan PSSI. Setelah sempat absen pada Senin pagi, pelatih Arema Indonesia itu mulai memimpin Firman Utina dan kawan-kawan dalam sesi latihan sore yang juga digelar di lapangan timnas, Senayan, Jakarta.

Rahmad Darmawan Pimpin Latihan Timnas

Sejatinya, RD bakal didampingi pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago. Namun pria asal Brasil itu masih berada di Surabaya.

RD menegaskan bahwa tugas yang diembannya tidak mudah. Pasalnya, pihaknya hanya memiliki waktu 5 hari sebelum pertandingan melawan Arab Saudi. “Jujur yang jadi problem adalah waktu persiapan yang mepet,” kata Rahmad kepada wartawan usai memimpin timnas berlatih.

“Ini mirip saat pergantian Alfred Riedl ke Wim Rijsbergen. Bedanya, waktu itu sudah 23 pemain tapi sekarang 58,” tutur Rahmad Darmawan.

RD memang bukan kali ini saja terlibat dalam persiapan timnas dengan waktu yang sangat singkat. Tahun 2011 lalu, saat terjadi transisi kepelatihan dari Alfred Riedl kepada Wim Rijsbergen.

Riedl merupakan pelatih yang membawa Indonesia menjadi finalis Piala AFF 2010. Pelatih asal Austria itu dipecat PSSI tak lama setelah terjadi pergantian kepemimpinan 2011 lalu. Sebagai gantinya, PSSI yang sudah diketuai oleh Djohar Arifin Husin menugaskan Wim sebagai pelatih kepala dan RD sebagai asistennya.

Pergantian ini dilakukan pada 13 Juli 2011 atau hanya berselang 10 hari sebelum Indonesia berhadapan dengan Turkmenistan pada leg I di babak kedua Pra Piala Dunia (2014) Zona Asia. Meski mepet, duet Wim-RD mampu membawa timnas memetik hasil imbang 1-1 di kandang Turkmenistan. Sedangkan di leg II, timnas menang dengan skor 4-3. Dengan hasil ini, Indonesia melaju ke babak ketiga dengan agregat 5-4 dan tergabung di Grup E bersama Iran, Qatar, dan Bahrain.

Setelah lolos ke babak ketiga, RD kemudian digeser menjadi pelatih timnas U-23 untuk SEA Games 2012 dan sukses mempersembahkan perak bagi Indonesia. Posisinya di timnas senior kemudian digantikan oleh Liestiadi. Indonesia sendiri akhirnya tersingkir setelah gagal memetik satu kemenangan pun dalam 6 laga yang dilalui di Grup E.

Kini Rahmad kembali menghadapi situasi yang tak jauh berbeda. Penunjukannya sebagai pelatih timnas juga dilakukan hanya beberapa hari menjelang pertandingan timnas Indonesia melawan Arab Saudi. Meski demikian, RD tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik.

“Proses seleksi hanya sampai besok. Tim yang terpilih akan diumumkan besok (Selasa, 19 Maret) malam atau Rabu pagi. Itu tim yang kami fokuskan buat lawan Arab,” kata Rahmad. “Pasti ada kekurangan. Karena jujur sulit seleksi hanya 2 hari. Saya akan berusaha memilih pemain-pemain secara fair,” kata Rahmad.

Mepetnya waktu persiapan menurut RD menjadi tantangan berat yang harus dihadapinya. Meski demikian, RD mengaku selalu punya niat menangani tim nasional meski hanya untuk satu laga saja.

“Saya ditelepon ditawari untuk melatih timnas lawan Arab nanti, karena posisi pelatih timnas tidak ada yang menempati. Saya siap jalani amanat ini. Tapi saya ikhlas (melatih) hanya lawan Arab.”

Mengenai duet dengan Jacksen, RD juga mengaku tidak masalah. “Saya dan Jacksen akan koordinasi mengenai apa yang akan lakukan dengan tim nanti. Tidak terlalu penting siapa yang megang sebagai pelatih utama. Saya yakin, Jacksen juga akan lebih fokus pada lawan Arab.”

7 Pelatih dalam 3 Tahun
Sementara itu, pemberhentian Blanco dari jabatannya menorehkan catatan baru dalam sejarah “kuris panas” pelatih timnas Indonesia. Dengan kehadiran duet RD-Jacksen F Tiago, setidaknya dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini, sudah ada 7 pelatih yang gonta-ganti menangani tim Merah Putih.

Diawali dengan kiprah Alfred Riedl pada tahun 2010. Pelatih asal Austria yang membawa Indonesia menjadi finalis Piala AFF 2010 itu dipecat pada 13 Juli 2011, atau hanya 4 hari setelah kepemimpinan di tubuh PSSI berpindah tangan. Saat itu, Riedl masih menyisakan kontrak selama 10 bulan lagi (6 Mei 2012).

Wolfgang Pikal dan Alfred Riedl

Posisinya kemudian digantikan oleh Wim Rijsbergen. Namun pelatih asal Belanda itu juga tak bertahan lama. Kegagalan di babak penyisihan grup Pra Piala Dunia (2014) Zona Asia memaksanya lengser dari jabatannya awal Januari 2012. PSSI selanjutnya menunju pelatih caretaker Aji Santoso untuk memimpin timnas untuk menghadapi laga pamungkas Grup E melawan Bahrain. Dalam laga ini, Indonesia justru kalah 0-10–kekalahan terbesar dalam sejarah timnas.

Pelatih timnas selanjutnya berpindah ke tangan Nil Maizar. Mantan pelatih Semen Padang itu dikontrak selama dua tahun sejak April 2012. Bersama Nil, timnas Indonesia gagal melewati babak penyisihan grup pada Piala AFF 2012 sebelum akhirnya diberhentikan oleh Badan Tim Nasional (BTN) bentukan PSSI pada akhir Februari lalu. Nil diberhentikan saat durasi kontraknya belum berakhir.

BTN selanjutnya menunjuk Luis Manuel Blanco. Meski sudah menandatangani kontrak selama dua tahun, Blanco justru didepak sebelum sempat mendampingi timnas dalam satu pertandingan pun. Posisi Blanco untuk sementara diisi oleh duet RD-Jacksen. Keduanya dipercaya mempersiapkan timnas menghadapi Arab Saudi.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: