Beranda > Sport > FOKUS: Mengapa Barcelona Harus Khawatir Dengan Juventus

FOKUS: Mengapa Barcelona Harus Khawatir Dengan Juventus

FOKUS: Mengapa Barcelona Harus Khawatir Dengan Juventus

El Mundo Deportivo kemarin menulis, Barcelona harus menghindari Juventus di babak perempat-final Liga Champions pekan ini.

Bukan tanpa alasan harian Spanyol itu menulis demikian. Juventus memang menjadi salah satu ancaman laten bagi tim mana pun di babak delapan besar.

Lupakan sejenak bahwa Juventus terhitung tim minim pengalaman di Liga Champions, mengingat dalam beberapa musim terakhir mereka selalu absen. Faktor pengalaman yang dimiliki pemain juga patut diragukan.

Faktanya, di luar para pemain veteran yang masih ada di Juventus, hampir sebagian besar pemain Juventus baru merasakan petualangan berlaga di Liga Champions untuk pertama kalinya di musim ini. Bahkan saking awamnya, Juventus dan pemain mereka nyaris tersingkir di awal kompetisi dari Chelsea dan Shakhtar Donetsk.

Namun, El Mundo Deportivo sepertinya punya alasan kuat menilai Juventus sebagai bahaya besar bagi tujuh tim lainnya. Faktanya cukup mudah, karena mereka tim Italia yang tampil paling meyakinkan di fase sebelumnya.

Celtic sudah merasakan kekuatan Juventus. Di kandang sendiri atau saat tandang, mereka dipermak dengan skor agregate 5-0.

Juventus juga menjadi tim yang paling baik dalam kualitas bertahan mereka. Pemain Antonio Conte bisa menjaga clean sheets di babak 16 besar, sementara favorit juara lainnya seperti Barcelona, Real Madrid dan Paris St Germain, juga Bayern Munich setidaknya sudah kemasukan dua gol.

Juga, Gianluigi Buffon terakhir kali mengambil bola dari gawangnya terjadi pada 24 Oktober tahun lalu, saat melawan Nordsjaelland. Sejak saat itu, Juventus sudah menjalani 491 menit laga tanpa kemasukan. Rekor mereka adalah lima kemenangan dari lima laga, melesakkan 13 gol dan tak kemasukan sama sekali. Meeka juga masih tak terkalahkan di kompetisi ini karena hasil terburuk di fase grup adalah imbang.

Jika melihat barisan pemain bertahan yang dimiliki Juventus, lumrah melihat catatan statistik mereka cukup menjanjikan. Tembok pertama dihuni tiga gelandang, Arturo Vidal, Andrea Pirlo dan Claudio Marchisio. Tak hanya punya kecepatan, mereka juga punya kreativitas dan kemampuan untuk meredam serangan lawan sejak gelombang pertama. Menekan pertahanan lawan juga bisa dimulai dari ketiga pemain tersebut.

Di sisi sayap, Juventus memiliki barisan bek sayap jaminan mutu. Stefan Lichtsteiner, Martin Caceres dan Federico Peluso. Di belakang mereka. Claudio Barzagli, Leonardo Bonucci dan Claudio Chiellini sudah membuktikan mereka adalah salah satu bek terbaik Italia saat ini. Mau menembus lewat bola udara atau permainan taktis dari kaki ke kaki, ketiganya bisa bekerja sama mematahkan serangan.

Yang terakhir, adalah palang pintu Gianluigi Buffon. Siapapun tahu kualitas pemain ini, peringkatnya di daftar kiper terbaik IFFHS, dan masih disebut dan dikategorikan sebagai kiper terbaik di muka bumi ini.

Dengan kualitas skuat seperti itu, tim sekaliber Real Madrid dan Barcelona harus mengeluarkan kemampuan terbaik mereka untuk bisa menembus pertahanan gerendel, atau yang akrab disebut catenaccio Italia Juventus.

Untuk lini depan, Juventus punya banyak opsi, dan semuanya memiliki kapasitas tersendiri menembus pertahanan lawan. Sebastian Giovinco, Fbaio Quagliarella, Alessandro Matri dan Mirko Vucinic telah mencetak gol krusial di Liga Champions.

Bahkan, ketajaman Juventus tidak hanya didelegasikan pada barisan penyerang mereka. Sejauh ini, sudah ada 15 pemain yang mencetak gol buat Juventus. Catatan ini kurang lebih sama seperti musim lalu, di mana 19 pemain bisa mencetak setidaknya satu gol.

Dan keuntungan lain yang dimiliki Juventus dibanding kontestan perempat-final lainnya adalah tak ada tekanan bagi pemain Conte untuk meraih trofi juara Liga Champions. Mereka adalah tim baru, menembus fase gugur saja sudah menjadi prestasi yang membanggakan. Saat ini, Juventus bisa dikatakan sedang mencari hadiah tambahan untuk melengkapi musim mereka yang luar biasa.

Mengutip kata Bang Napi, “Waspadalah, Waspadalah!”

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: