Pembalap mobil Indonesia

Pembalap Indonesia Dicurigai Di GP3

Rio Haryanto GP3

Apakah anda sudah mengetahui kejadian menarik tentang Rio Haryanto? Pembalap formula milik Indonesia paling bersinar saat ini. Umurnya baru 17 tahun (lahir 22 Januari 1993), saat ikut balapan di GP3 Series di Sirkuit Silverstone, Inggris tahun 2010 yang lalu.

Rio Haryanto membuat loncatan dalam karirnya. Dia ikut balapan di GP3 Series, bergabung dengan tim Manor GP. Sebagai informasi, pemilik Manor GP ini adalah Richard Branson pemilik merek Virgin. Dan juga mempunyai tim di F1, yaitu Virgin Racing. Dari situ, ada program untuk pembalap tim Manor GP yang di akhir musim jadi yang terbaik, akan ditawari untuk menjajal mobil VR-01 yaitu mobil tim Virgin Racing yang turun di F1.

Pada  balapan di sirkuit Silverstone, Inggris (9-11 Juli 2010) Rio berhasil finis di posisi ke-2 dan naik podium di Race-1 (di GP3 setiap satu seri diadakan dua kali balapan). Masalah muncul setelah itu, sebelumnya di seri Istanbul, Turki (28-30 Mei 2010) Rio juga berhasil finish pertama di Race-2 tapi tidak ada yang mempermasalahkan.

Masalah itu berawal dari keperkasaan Rio pada Race 1 di mana dia sempat menempel sang pemenang, Esteban Gutierrez, selama lima lap dan bahkan hampir menyusul pembalap Meksiko tersebut sebelum finis di posisi kedua.

Steward atau pengawas lomba lantas mencurigai mobil Rio, pada saat finis Rio kalah 3,6 detik dari Gutierrez. Kemudian dibongkarlah mobil bernomor 8 itu untuk menghilangkan rasa curiga.

Mereka curiga, dengan mobil dari pembalap muda Indonesia ini. Tak tanggung-tanggung mereka memutuskan membongkar habis mobil milik Rio, karena alasan curiga mungkin Rio curang, terutama di bagian turbonya dengan tujuan melihat apakah turbo yang dipakainya melanggar regulasi atau tidak. Memang tugas steward untuk memeriksa itu.

Dan sialnya, setelah ditemukan tidak ada pelanggaran apa-apa, perangkat pendongkrak tambahan tenaga mobil itu dipasang lagi tidak sempurna oleh panitia. Dampaknya, turbo itu rusak dan Rio tidak bisa tampil maksimal pada Race 2.

Karena pemasangan tidak sempurna membuat turbo mengalami masalah. “Ya, saya memang mengalami masalah dengan sistem turbo di mobil saya pada Race 2. Saya tak bisa berbuat apa-apa,” kata Rio dalam rilisnya seperti yang dilansir dalam detiksport.

Sinyo Haryanto, ayah Rio, pun sangat kesal dengan kondisi ini. “Panitia benar-benar tak percaya kalau Rio bisa begitu cepat pada Race 1. Silakan saja membongkar mobil Rio tapi tolong dikembalikan seperti semula,” keluhnya

“Yang ada mereka malah memasang lagi alat itu dengan tidak sempurna dan bahkan kalau dilihat lebih detail ada yang bengkok. Benar-benar pengalaman buruk, karena itu tidak bisa diprotes,” ucap Sinyo.

Karena Rio tidak dapat melanjutkan balapan pada Race 2, hanya sebagai informasi Race 2 dimenangkan pembalap Kanada, Daniel Morad, diikuti oleh Mirko Bortolotti dan Alexander Rossi. Hasil Race masih bersifat sementara karena insiden yang menimpa Mirko Bortolotti dan Esteban Gutierrez masih diselidiki steward.

Sementara di klasemen, Rio berada di posisi keempat dengan 21 poin. Sedangkan Esteban Gutierrez memimpin klasemen dengan 51 poin, disusul oleh Alexander Rossi dengan 25 poin dan Nico Mueller di di posisi ketiga dengan 22 poin.

Ditambah fakta tidak ada satupun pembalap asal Inggris yang naik podium di negaranya sendiri. Dari sini muncul kecurigaan kalau steward tidak berlaku adil, dan sangat menganggap remeh khususnya bagi pembalap asal Indonesia.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: