PSSI

Djohar: Mau Dilengserkan? Terserahlah

KOMPAS.com – Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin, mengaku tak mau ambil pusing soal wacana melengserkan dirinya dalam kongres PSSI pada 17 Maret mendatang.

Menurut Djohar, yang terpenting kongres nanti bisa menghasilkan solusi soal penyelesaian konflik sehingga Indonesia terhindar dari sanksi FIFA.

“Terserahlah. Saya tidak pernah mempermasalahkan itu karena kita bukan mempertahankan sesuatu. Sekarang, yang terpenting bagaimana kita bisa terhindar dari sanksi FIFA. Target kita cuma satu itu. Jadi marilah kita berfikir positif,” jelas Djohar saat dihubungi wartawan, Selasa (19/2/2013).

Pelaksaan kongres PSSI merupakan amanat FIFA. Dalam kongres itu diagendakan penyatuan kedua liga, revisi statuta PSSI, pengembalian empat pejabat Exco yang dipecat, dan pelaksanaan kongres berdasarkan daftar peserta Kongres Solo (Juli 2011) sesuai Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada 7 Juni 2012.

“Pertemuan semalam bagus untuk kita semua. Kesepakatan pelaksanaan kongres PSSI 17 Maret kan untuk bangsa. Kita semua berpikiran untuk mendahulukan merah putih,” tegas Djohar.

Persoalannya, peserta kongres bisa memunculkan polemik. KPSI menilai voters Solo seusai daftar hadir pada KLB Solo pada Juli 2011. Sementara PSSI menilai voter Solo adalah lembaga, bukan perorangan.

“Kami tentunya sepakat bahwa Kongres PSSI yang akan dilaksanakan 17 Maret merujuk pada voters Solo. Tapi, yang perlu digarisbawahi adalah voters Solo itu yang mana. Ya tentu saja bagi yang sah adalah voters Solo yang diwakili lembaga, bukan person agar jelas dasar hukumnya. Ada datanya. Masih tersimpan di kesekjenan PSSI dan ada juga datanya di AFC. Itulah mengapa verifikasi data ini perlu juga diawasi oleh AFC karena mereka juga memiliki data mana voters Solo yang sah,” bebernya.

Namun, Djohar sepakat bahwa verifikasi harus dilakukan PSSI dan KPSI. “Namun, kami meminta bantuan dari AFC (Asian Football Confederation) untuk melakukan verifikasi ini. Saya pikir, hal ini sangat penting karena saat FIFA menggelar rapat Exco Desember lalu di Jepang AFC sudah mendapat mandat dari FIFA untuk menyelesaikannya,” tuturnya.

Sejumlah kalangan cukup meragukan kongres bakal bisa menyelesaikan konflik berlarut-larut yang terjadi di dalam sepak bola Tanah Air.

Sekretaris Umum The Jakmania, Richard Achmad, mengaku pesimistis kongres bisa menghasilkan solusi karena kedua kubu memiliki kepentingan masing-masing. Richard lebih setuju kalau kongres nanti melahirkan pemimpin baru yang terlepas dari kepentingan dua kubu yang bertikai.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: